Tahun Depan Rita Janjikan Datangkan 15 Delegrasi ke Kukar

img

TENGGARONG, Rita Widyasari Bupati Kukar menghadiri Penutupan Festival Kesenian Rakyat Internasional V dalam Rangka Erau Adat Kutai 2017 yang di laksanakan , Minggu (30/7) malam, digedung Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang. 

Dalam penutupan tersebut juga di hadiri langsung oleh Presiden CIOFF Indonesia Said Rachmat,  Sekda H. Marli serta dihadiri oleh Dandim 0906 Tenggarong, Letkol. Inf. Jansen serta Kepala Disbudpar, Sri Wahyuni dan juga yang dihadiri seluruh Partisipan EIFAF.  

Bupati Rita Widyasari mengatakan, Festival Kesenian Rakyat Internasional yang dilaksanakan sebagai sebuah agenda rutin ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepemilikan, empati, dan upaya-upaya untuk ikut berpartisipasi dari banyak pihak. Keberlangsungan festival internasional ini juga akan menjadi milik masyarakat dunia, dimana masyarakat budaya bangsa-bangsa ikut mengambil bagian dalam upaya pergaulan budaya antar bangsa melalui festival ini. "Penampilan dari berbagai negara ini sangat membahagiakan, karena tidak semua orang seberuntung kita bisa menyaksikan secara geratis penampilan kelas Dunia."katanya.

Dalam perkembangannya, penyelenggaraan Festival Kesenian Rakyat Internasional yang tahun ini memasuki tahun kelima, menunjukkan dampak positif bagi Kabupaten Kutai Kartanegara. Festival ini menjadi media publikasi secara langsung atas kekayaan seni budaya yang kita miliki. Festival ini menjadi jendela dunia untuk mengenal Indonesia dari Kutai Kartanegara. 

Selanjutnya Rita menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Bankaltim, PT Anugerah Bara Kaltim, PT Jembayan Muara Bara dan PT Sinar Kumala Naga serta Garuda Indonesia atas dukungannya sebagai partnership daalam beberapa agenda dalam penyelenggaaraan festival ini. Semoga kedepan kerjasama ini dapat terus berjalan dengan partisipasi pihak ketiga yang lebih luas lagi. "Cita-cita saya kedepan pariwisata ini membiayai sendiri dengan sport dari berbagai pihak, Insyaallah tahun depan saya berjanji harus minimal 15 Negara yang datang ke Kutai Kartanegara dan kita buat Kukar ini lebih ramai lagi dan lebih di kenal Dunia." katanya dra/poskotakaltimnews.com